Dari ungkap kasus pelemparan kotak Rokok di sel tahanan Pengadilan Negeri, Sat Resnarkoba Polres Malang Kota berhasil Menangkap seorang residivis

Tribratanewsmakota – Satresnarkoba Polres Makota berhasil mengungkap kasus pelemparan kotak rokok sel tahanan Pengadilan Negeri Malang. Tedi AP alias Mat Pecok, 28, warga Jalan Raya Sawojajar gang VII Kedungkandang, terbukti menjual pil dobel L, sekaligus kedapatan menyimpan sabu-sabu.

Hal ini ditegaskan Kapolres Makota AKBP Asfuri di mako Jalan JA Suprapto. “Awalnya dia berpura-pura sebagai pengunjung, lalu berusaha melemparkan kotak rokok ke dalam sel tahanan PN Malang. Saat ditangkap petugas Kejari dan PN Malang, dia diserahkan ke Polres Makota. Hasil penyelidikan, kotak rokok berisi pil dobel L,” ujar Asfuri didampingi Kasatresnarkoba AKP Syamsul Arifin kepada wartawan.

Setelah penyelidikan intensif, Polres Makota menemukan pria sekaligus saksi yang pernah ditawari sekaligus membeli dobel L dari Mat Pecok. Polisi juga langsung menggerebek rumah dari Mat Pecok di tiga tempat. Selain kediaman kos Jalan Bylira, rumah kos Mat Pecok di Jalan Kesatrian Dalam ikut digerosok.

Hasilnya, polisi menemukan barang bukti 30 puluh butir tablet dobel L, 17 bungkus plastik berisi dobel L berjumlah 1700 butir. Penyidikan menyeluruh, dilakukan terhadap semua kediaman Mat Pecok. Rumah asalnya di Jalan Sawojajar juga ikut digeledah. Ternyata, polisi narkoba menemukan barang bukti mengejutkan.

Tak hanya menjual dan mengedarkan dobel L, Mat Pecok juga menyimpan sabu-sabu di dalam rumahnya. “Saat petugas melakukan penggeledahan, ditemukan sabu-sabu,” tambah Asfuri. Dua bungkus plastik klip berisi narkotika jenis sabu seberat 0,85 gram, disita dari rumah tersangka di Sawojajar.

Termasuk, satu jaket merah tempat tersangka menyembunyikan sabu, dan satu buah handphone BlackBerry putih yang diduga digunakan untuk melancarkan transaksi haram. Kapolres menegaskan, tersangka Mat Pecok terkena dua pasal sekaligus. Yakni, pasal 197, sub pasal 196, sub pasal 198 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

Serta pasal 112 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. “Tersangka dijerat dua pasal langsung, dengan ancaman minimal 4 tahun maksimal 12 tahun untuk kepemilikan sabu, serta maksimal 15 tahun untuk penyalahgunaan obat berbahaya dobel L,” tutup Asfuri. Sementara itu, Syamsul menambahkan, tersangka bukan satu kali ini saja berurusan dengan polisi.

“Dia residivis, dari kasus yang berbeda. Sebelumnya, dia sudah pernah menjalani hukuman karena kasus penganiayaan,” tuturnya.

Author: Sugeng Riyadi