Hari Bhayangkara ke-74 Tahun 2020 Digelar Secara Virtual Dihadiri Forkopimda Kota Malang

Polresta Malang Kota, Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke – 74 Polresta Malang Kota dengan Agenda Upacara Virtual yang dilaksanakan secara serentak dan dipimpin langsung secara terpusat oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo melalui Video Conference ( Vidcon ), bertempat di ruang Eksekutif Polresta Malang Kota, Rabu (01/07/20) pagi.

Upacara Virtual Polresta Malang Kota dihadiri langsung Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr. Leonardus Simarmata, S.Sos, SIK, MH., Danrem 083 Bhaladhika Djaya Kolonel Inf Irwan Subekti Danlanal Malang Kolonel Laut (P) Hreesang Wisanggeni dan Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson, serta Wakil Walikota Malang dan PJU Polresta Malang Kota.

Dalam amanat Presiden RI saat upacara virtual menyampaikan Pada kesempatan yang mulia ini, Saya mengajak kita semua untuk mendoakan para prajurit Polri yang gugur dalam tugas, agar diberikan tempat yang mulia di sisi Tuhan yang Maha Esa, serta kepada seluruh personel Polri dan keluarganya senantiasa diberikan kesehatan.

“Dalam situasi yang sulit sekarang ini  kehadiran dan keterlibatan seluruh jajaran Polri sangat dibutuhkan mulai dari jajaran Mabes Polri, Polda, Polres dan Polsek, sampai Bhabinkamtibmas di desa-desa, harus ikut aktif terlibat dalam mengajak masyarakat agar disiplin menjalankan protokol kesehatan,” kata Presiden RI.

Polri harus aktif mengawal kelancaran dan ketepatan penyaluran bantuan sosial. Tentu saja Polri juga harus tetap menjaga dan meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat agar situasi tetap kondusif aman dan damai.

“Perlu saya tegaskan bahwa keselamatan rakyat adalah yang paling utama, Keselamatan dan kepentingan rakyat adalah hukum tertinggi. Salus Populi Suprema Lex Esto,” ucap Presiden RI.

“Saya juga perintahkan kepada jajaran Polri, Kejaksaan, KPK, dan Lembaga Pengawas Internal Pemerintah, untuk terus memperkuat sinergi satu sama lain, Saya minta pelaksanaan program penanganan Covid-19 ini dibantu percepatannya dan diawasi penggunaan anggarannya. Alokasinya sangat besar yaitu Rp 677,2 triliun bahkan bisa lebih besar lagi jika diperlukan,” tutur Presiden RI.

Potensi ancaman stabilitas keamanan dalam negeri juga perlu terus diwaspadai, terutama menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak diakhir tahun 2020 Tugas pengamanan pernah dilakukan di Pilkada Serentak 2017 dan 2019, tetapi kali ini juga harus disertai dengan menjaga protokol kesehatan. Saya paham tugas ini tidaklah mudah Namun Saya yakin Polri, TNI serta penyelenggara dan pengawas pemilu akan mampu menjalankan tugas dengan baik.

Diakhir amanat Presiden RI Joko Widodo ada beberapa instruksi sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas Polri. Pertama, terus pegang teguh serta amalkan nilai-nilai luhur Tri Brata dan Catur Prasetya dalam setiap pelaksanaan tugas Jaga kehormatan, jaga kepercayaan dan jaga kebanggaan sebagai anggota Polri.

Kedua, terus lakukan reformasi diri secara total. Bangun sistem dan tata kelola yang partisipatif, transparan, dan akuntabel Bangun kultur kerja Polri yang profesional, modern dan terpercaya.

Ketiga, terus mantapkan soliditas internal Perkuat sinergi Polri dengan TNI dan seluruh elemen pemerintah maupun masyarakat untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Keempat, terus terapkan strategi proaktif serta tindakan persuasif dan humanis dalam menangani masalah sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

Kelima, terus tingkatkan pelayanan publik yang modern dan profesional Lakukan penanganan hukum secara transparan dan berkeadilan sehingga Polri semakin dipercaya masyarakat.

Keenam, terus jaga kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan agar masyarakat produktif dan aman dari Covid-19.

Ketujuh, Polri harus ikut mendukung proses pemulihan ekonomi nasional sesuai kewenangan Polri dengan penuh tanggung jawab.

“Demikian amanat Say. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa menyertai langkah kita untuk mengabdi kepada rakyat, bangsa dan negara Republik Indonesia. Dirgahayu Kepolisian Negara Republik Indonesia. Teruslah menjadi Rastra Sewakottama, abdi utama nusa dan bangsa,” tutup Presiden RI Joko Widodo. (*)

Author: Sugeng Riyadi