Pencuri di HP Warung Bebek diacam 5 tahun Penjara

Tribratanewsmakota – Polres Malang Kota, Satuan Reskrim Polres Malang Kota Mengamankan pelaku pencurian, Mantan karyawan menguras toko majikannya. Dengan berdalih mengamankan kunci ruko sebuah warung bebek, seorang Faisal (23), warga Jl. Plaosan Barat, RT 03 / RW 08, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang mengajak temanya menguras toko  tempat kerja.

Bersama temannya, Dedi (24), warga Perum Bululawang RT. 40/ RW.08, Kelurahan Bululawang, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, menggasak berbagai barang berharga. Diantaranya, beberapa HP Samsung, uang tunai Rp. 3 juta yang sebelumnya disimpan di laci, Lcd proyektor di meja kasir digondol.

“Tersangka mengajak temannya untuk mengambil beberapa barang berharga di tempat kerjanya. Ia bisa dengan mudah memasuki warung bebek tempat ia bekerja, karena menggunakan kunci ruko yang ia minta dari temannya sesama pekerja di tempat warung tersebut,” tutur Kapolresta Malang, Doni Alexander, Senin (18/11/2019).

Ia melanjutkan, apa yang dilakukannya memang tidak tahu balas budi. Mengingat, sebelumnya tersangka pernah bekerja di tempat ia menguras barang berharga. Bahkan, mengajak temannya untuk bekerjasama dalam melakukan pencurian.

“Awalnya, tersangka bekerja di tempat tersebut. Namun, ia mengajak temannya untuk mengambil barang barang berharga dari tempat dulu bekerja,” lanjut Doni.

Kejadian ini berawal ketika sekitar bulan Juli 2019, teman tersangka sesama karyawan menemukan kunci ruko di gudang di lantai 2. Selanjutnya, tersangka meminta kunci tersebut kepada temannya dengan dalih akan diamankan.

Sekitar tanggal (7/09/2019), tersangka mengajak Dedi untuk merencanakan pencurian di Warung Bebek. Mengingat, dirinya sudah punya kunci yang didapatkan dari temannya saat bekerja dulu.

Rencana pencurian pun akhirnya dilakukan (10/09/2019), sekitar 02.00 WIB. Usai membuka rolling door ruko, keduanya akhirnya menggasak barang berharga yang ada di dalam warung.

Atas perbuatannya, kini para tersangka harus meringkuk di sel tahanan dan terancam pasal 363 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. 

Proses penangkapan berawal saat tim Resmob mendapat informasi pelaku bobol ruko yang terekam CCTV berada di daerah Blimbing.

Dari informasi tersebut, tim melakukan pengecekan di lokasi. Dan ternyata benar bahwa pelaku bobol ruko, berada di kawasan Taspen. Setelah itu polisi langsung mengamankan dan mengintrogasinya. (lil)

Author: Sugeng Riyadi