Polisi kembali tangkap perampok motor

Tribratanews – Polresta Malang Kota, Satuan Reserse dan kriminal Polresta Malang berhasil mengamankan seorang pria yang mengaku jadi polisi, berinisial SZ, 29 warga Jalan Gapura, Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang harus benar-benar berurusan dengan pihak kepolisian dari Polresta Malang Kota. Ia ditangkap lantaran melakukan ancaman dan merampok motor milik korbannya.

Dalam pengakuannya, ia melakukan perampokan tersebut karena kesal dengan sang korban. Sebab, ia mengajak kekasihnya, MLA, 20 warga Bandulan, Kota Malang ke sebuah villa. “Saya ingin berikan pelajaran ke dia. Soalnya, pacar saya diajak ke villa terus,” kata SZ.

Dia mengaku, ia awalnya berniat ingin memukul korban. “Tapi, nggak enak (takut). Akhirnya, saya ambil barang-barangnya,” jelas SZ.

Aksi perampokan tersebut dilakukan MS dengan cara yang cukup kejam. Saat itu, korban mengirin pesan kepada MLA. Namun, pesan itu dibalas oleh MS dan mengajak ketemuan. “Akhirnya, mereka bertemu di sebuah tanah kosong di Jalan Bandulan, Kota Malang pada Sabtu (8/2) sekitar pukul 18.30,” terang Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, Rabu (19/2).

Dalam pertemuan tersebut, SZ meminta korban untuk membawa minuman keras. Rencananya, minuman itu akan dimunim berdua. Saat itu, korban tidak tahu kalau yang mengirim pesan adalah SZ.

Setelah sampai di lokasi, tersangka SZ dan D yang saat ini masih DPO sudah menunggu MLA dan korban. SZ kemudian menodongkan pistol mainan kepada korban untuk menakut-nakuti. “Ia mengaku petugas kepolisian dari Polsek Dau. Pistol yang digunakan adalah korek api,” kata dia.

Saat itu, ia menuduh korban sedang melakukan transaksi narkoba. Kemudian, ia memukulkan pistol mainannya ke helm korban. Sementara, tersangka D menjegal korban hingga terjatuh. “Sementara, satu tersangka lain, yakni MS, 18 warga Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang bertindak sebagai pengawas lokasi,” jelas dia.

Setelah itu, SZ langsung mengambil kunci motor, helm serta sepeda motor milik korban. “Jika ingin diselesaikan secara kekeluargaan, ia meminta korban datang ke Polsek Dau dan menjadikan MLA jaminan agar korban mau datang,” papar dia.

Setelah berhasil merampok korban, barang tersebut kemudian dijual kepada seorang penjual cilok, yakni DS, 36 warga Desa Legok, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. “Total hasil penjualan sekitar Rp 1.850 ribu,” papar dia.

Author: Sugeng Riyadi