Polres Malang Kota tetapkan Oknum Guru menjadi tersangka Pencabulan

Tribratanewsmakota – Polres Malang Kota, Satuan Reserse dan kriminal Polres Malang Kota (Makota) menjemput paksa oknum PNS pelaku pencabulan di SDN Kauman 3 Kota Malang, Rabu, 27/3/2019.

“Bagaimana di sekolah lain kami kurang tahu, yang pasti kami fokus dari laporan korban dari SD N Kauman 3,” tukas Komang.

Kasat Reskrim AKP Komang Yogi Arya Wiguna menjelaskan, bahwa pelaku dengan inisial IS (59) merupakan guru olah raga itu ditangkap Polisi pada Jumat (22/3/2019) setelah mangkir dari pemanggilan dengan alasan sakit.

“Jadi pelaku terpaksa kami jemput paksa di rumahnya karena setelah kami lakukan pemanggilan dan kami layangkan surat tetap tidak datang memenuhinya. Saat itu ia mengaku sakit lambung,” kata Kasat Reskrim AKP Komang Yogi, Rabu, 27/3/2019.

Dikatakan, bahwa pelaku melancarkan aksi pencabulannya itu terhadap sejumlah siswi SD N Kauman 3 Kota Malang saat pergantian jam pelajaran, serta saat siswa sedang ganti pakaian.

Pelaku melakukan aksi cabulnya dengan cara meremas payudara, dan meraba kemaluan siswa. Tak hanya itu, tersangka juga mengeluarkan kemaluannya untuk diperlihatkan kepada siswa lainnya. Kejadian ini terjadi di kawasan perpustakaan dan ruang UKS.

“Kasus ini terungkap lantaran adanya laporan dari dua korban dari kelas 3 dan kelas 5,” ujar Komang.

Komang menyebut, bahwa hingga saat ini hanya ada 2 korban pencabulan yang resmi membuat laporan. “Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatan bejatnya yang dilakukan seorang diri dalam kurun waktu sejak Desember 2018 silam,” imbuh Komang.

Disinggung soal kejadian ditempat lain mengingat tersangka sempat mengajar di sekolah yang lain juga, Kasat Reskrim enggan menjawab, ia mengaku hanya fokus terhadap lapora korban dari SDN Kauman 3 Kota Malang.

Tersangka kini mendekam di tahanan Mapolresta Malang dan dijerat dengan Pasal 82 Undang-undang RI No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 5 tahun maksimal 15 tahun penjara dan hukuman untuk pengajar ditambah sepertiga serta denda 5 Milyar. (Lis) sketsanews.com

Author: Sugeng Riyadi