Sat Narkoba Polres Malang Kota berhasil amankan ratusan botol miras yang diduga oplosan tanpa ijin

Tribratanewsmakota – Sebanyak 1784 botol Minuman Keras (Miras) dari berbagai ukuran diamankan Sat Reskoba Polres Malang Kota (Makota), Senin, 22/10/2018.

Kapolres Makota AKBP Asfuri, S.I.K., M.H, menjelaskan, bahwa pada hari Jum’at 19/10/2018 sekira pukul 10.00 WIB, pihaknya mengamankan sebuah kios milik JS (52) di Jl. Karya Timur, Kecamatan Blimbing Kota Malang.

“Pelaku kedapatan menjual‚ menawarkan, menyerahkan atau membagi-bagikan barang yang dl ketahuinya membahayakan nyawa, kesehatan dan atau pelaku usaha dagang di larang memproduksl barang dan jasa yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan satandar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan”, terang Asfuri.

Kapolres Makota menambahkan, barang-barang diamankan itu karena tidak memiliki izin edar terhadap setiap pangan atau olahan yang dibuat pelaku.

Dijelaskan, berdasarkan pengakuan JS, bahwa arak jawa (Miras) tersebut didapatkan dari penjual berinisial JK di kawasan Semanding, Tuban, Jawa timur dalam bentuk kemasan jurigen biru dengan kapasitas 25 liter yang di beli dengan harga Rp. 350.000,-.

“Kemudian barang itu dituang kedalam tandon kuning ukuran 350 liter yang sudah dimodifikasi untuk dioplos dan pengemasan ulang, selanjutnya dilakukan pengemasan ulang dirumahnya dengan cara dimasukkan kedalam botol-botol ukuran kecil, sedang dan besar. Kemudian ditutup, dengan tutup, dan dikirim ke kios Lapota tang terletak di Jl. Karya Timur Kecamatan Blimbing Kota Malang untuk diedarkan”, tukas Asfuri.

Mantan Kabag Ops Metro Jakarta Pusat itu mengungkapkan, bahwa untuk harga jual kamasan kecil ukuran 600 ml adalah Rp. 35.000, kemasan sedang ukuran 1000 ml yakni Rp. 45.000, serta kemasan besar ukuran 1,5 liter dijual seharga Rp. 55‚000‚-.

“Kini JS dikenai wajib lapor dua kali dalam seminggu. Namun tidak menutup kemungkinan ia ditahan, jika hasil uji laboratorium kedapatan bahan campuran yang mengandung unsur pidananya,” tegas pria berpangkat dua melati dipundaknya.

Polisi juga menjerat dengan Undang-undang RI Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, serta Undang-undang RI nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan. (Im)

Author: Sugeng Riyadi